Tanggal 14 Juli 2024
Waktu Standar Indonesia
BMKG Provinsi Banten
Cepat, Akurat, dan Mudah Dipahami

Gempa Swarm Guncang Bogor, Publik Tidak Perlu Khawatir dan Tetap Waspada

BMKG Provinsi Banten > >

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Bogor dan sekitarnya merasakan adanya gempabumi yang berulang-ulang. Gempabumi yang terjadi tidak terlalu besar, tetapi kejadian yang seringkali terjadi menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersbut, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II perlu memberikan sedikit pencerahan. Hal ini agar masyarakat tidak perlu panik namun tetap waspada dengan melakukan upaya mitigasi.

Berdasarkan monitoring BMKG, dari tanggal 6 Desember sampai 18 Desember 2023 (hingga pukul 08.00 WIB) telah terjadi 85 kejadian gempabumi. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam diantaranya termasuk gempabumi yang dapat dirasakan masyarakat. Gempabumi yang terjadi termasuk dalam kategori gempa dangkal, yakni gempabumi dengan kedalaman 3-26 km dan Magnitudo bervariasi dari M 1.7 hingga M 4,6.

Gempabumi Bogor dikategorikan Gempa Swarm yg dipicu aktifitas sesar aktif. Gempa Swarm merupakan aktifitas gempabumi tanpa ada gempa utama (mainshock) dengan magnituodo relatif kecil namun frekuensi kejadian cukup tinggi atau berulang-ulang. Meskipun magnitudo kecil, dikarenakan berulang-ulang dapat menyebabkan kerusakan bangunan yang ada maupun rawan longsor.

Berdasarkan hasil survey Stasiun Geofisika Sukabumi, terdapat kerusakan bangunan di Kecamatan Pamijahan dan Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Bogor. Kerusakan ini akibat kualitas bangunan yang rendah dan lokasi berada di daerah kemiringan. Selain itu, ditemukan retakan tanah di Desa Cipeteuy, Kecamatan Kabandungan. Kejadian gempa swarm sebelumnya pernah tjd tahun 2019 di Bogor dan sekitarnya, dengan total 670 kejadian dengan magnitude terbesar M 5.0.

Bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi tidak benar atau hoax terkait gempabumi. Jika gempa terasa kuat, lakukan perlindungan diri dan evakuasi mandiri. Selain itu, segera menjauhi bangunan yg sudah retak dan rawan roboh, serta daerah rawan longsor. Masyarakat bisa selalu update informasi terkait gempabumi di media dimiliki BBMKG Wilayah II.

Bagikan Infografis ini melalui :

Rincian Infografis